Rasa sakit

Saya yakin anda pernah merasakan sakit. Sakit badan/tubuh, maupun sakit hati. Bahkan ada diantara anda yang pernah sakit hingga perlu dirawat di rumah sakit.
Ketika kesakitan datang, apa yang anda pikirkan? Mungkin berpikir, “Ini adalah cobaan dari Tuhan”; “Tuhan punya rencana yang baik atas sakitku ini”; atau “Mengapa Tuhan sakit ini harus aku tanggung?”

Saudara, rasa sakit itu perlu. Kita perlu merasakan sakit. Kesakitan yang pernah kita alami, seringkali membuat kita dapat bersyukur ketika kita sehat. Juga, sakit kita menjadi rejeki bagi dokter, perawat, rumah sakit dan apotek. Jika semua orang sehat, bayangkan rumah sakit akan kosong, banyak dokter tidak bekerja, banyak perawat akan menganggur. Jadi…, disadari atau tidak, rasa sakitlah yang menggerakkan dunia ini. Industri kesehatan berkembang pesat, karena ada ‘kesakitan’ di dunia ini.

Tapi…, bukan itu yang ingin saya sampaikan, sebab dengan cara berpikir seperti di atas, maka nyamuk pun sebenarnya bermanfaat bagi manusia; gara-gara nyamuk, maka pabrik obat nyamuk mengambil keuntungan, pabrik kelambu, dan lotion anti nyamuk, dapat berkembang. Penjahatpun ada manfaatnya; gara-gara ada penjahat, maka perusahaan jasa keamanan berkembang, sekolah polisi diminati, dan polisi bisa naik pangkat, karena penjahat. Oh ya.., setanpun bermanfaat; gara-gara setan, maka ulama jadi kelihatan berjasa dan tampak hebat, ketika mampu mengusir setan, ketika berhasil menyembuhkan orang yang kesurupan. Maka, wajar jika kita mensyukuri segala sesuatu yang ada di dunia ini, tak perlu menolak (membenci) hal-hal yang nampaknya tidak bermanfaat, karena hal-hal itu pasti ada manfaatnya (walau mungkin bukan bagi kita).

Kembali ke rasa sakit, saya terkesan dengan film dokumenter tentang kehidupan Dr. Paul Brand, yang sangat berjasa bagi penanganan penyakit kusta. Yang ditemukan Dr. Brand adalah bahwa penderita kusta dapat kehilangan anggota badan (misalnya jari-jari tangan maupun kaki), bukan karena “penyakit” kustanya. Tetapi karena kusta menyebabkan mati rasa, para penderita penyakit kusta tanpa sadar melukai dirinya sendiri. Bahkan dikisahkan, ada orang kusta, ketika tidur masih utuh jari-jarinya, tetapi ketika bangun tidur, jari-jari tangannya sudah hilang, karena dimakan tikus. Penderita penyakit kusta tidak merasakan sakit ketika jari-jarinya dimakan tikus.

Ternyata rasa sakit itu diperlukan. Rasa sakit adalah anugrah Tuhan buat kita, agar kita dapat menjaga diri. Maka patutlah kita bersyukur, ketika rasa sakit kita alami. Tidak perlu mengeluh, ketika rasa sakit datang pada kita, sebab sangatlah ‘berbahaya’ ketika kita sudah tidak bisa merasakan sakit.

Bersyukurlah ketika rasa sakit datang, bersyukur juga ketika rasa sakit dapat diatasi. Jika kita percaya bahwa rasa sakit itu adalah dalam “kendali” Tuhan, dan kita percaya bahwa Tuhan itu bijaksana, maka kita juga perlu percaya bahwa rasa sakit itu juga salah satu dari kebijaksanaan Tuhan.
(Wijayanto)

Komentar (1)

  1. yah, namanya sakit memang tidak tahu kapan dtangnya dan menyerangnya. Saya pernah punya pengalaman sakit yang luar biasa. sore harinya bahkan siangnya saya masih sekolah adn riwa-riwi kemana-mana tapi malamnya saya sudah lumpuh, nggak bisa jalan bahkan menggerakkan anggota tuguh bagian kiri. dan itu terjadi saat saya kelas 2 SMP. Tapi sat itupun saya sudah dapat berfikir bahwa sakit saya itu ada maknanya, yang dapat dipetik pelajaran. yang terpenting mungkin kita harus jaga kesehatan masing-masing, berhati-hati dalam setiap kegiatan agar tidak celaka.
    Tuhan tidak akan memberi cobaan(sakit) yang melebihi kemempuan kita, kecuali memang garis hidup kita diakhiri dengan sakit itu. kesehatan memang mahal harganya yaa…obatnya apalagi. pada sat saya sakit itu, bayangkan 1 pil untuk menghancurkan darah di otak melalui urin(ternyata lumpuh saya karena pendarahan di otak) adalah seharga Rp 300.000,00 tiap hari ayah keluarkan uang segitu banyak selama 15 hari di RS dengan biaya inap Rp 350.000,00 per hari. padahal tahun 2002.. tapi aklau diingat saya jadi kaya mendadak waktu itu, karena setiap hari adaa saja yang jenguk saya(banyak yang simpati dengan saya) yang memberi uang santunan, atau juga buah-buahan dan makanan. waktu dijumlah, wah kayak orang mantu…
    Memang ya sakita kadang baaw untung rugi. rugi bagi saya adn keluarga saya tapi juga untung sedikit lewat santunan, dan untung bagi pihak ruamh sakit. yah akhir kata dengan sakit pasti akan lebih mendekatkan diri pada Tuhan, dan yang mau memetik pelajaran, sangat banyak yang dapat kita petik dari rasa sakit kita. kita pasti sembuh, jadi jangan takut sakit kata saya. GBU.

    Antania Pertiwi/rabu/362006014 | 30/10/07 | Balas

Tinggalkan komentar anda!