Rahasia… yang bukan rahasia lagi…
Wijayanto pada tanggal 23/11/07 | Kewirausahaan, Umum
The Secret telah ‘menghipnotis’ sekian banyak orang untuk berpaling melirik, melihat, bahkan memelototi “rahasia” itu.
Sebenarnya jika kita mengikuti ‘perkembangan’ teori-teori yang disampaikan oleh para tokoh tentang ‘pengembangan diri’, maka ‘The Secret’ bukanlah ‘rahasia’ yang benar-benar rahasia. Memang perlu diakui bahwa The Secret mengungkapkan rahasia keberhasilan dengan Law of Attraction (LoA)-nya yang ‘masuk akal’.
Ya.., semua teori tentang pengembangan diri memang masuk akal, memang baik, dan memang menarik sebagian orang yang ingin dirinya ‘berkembang menjadi lebih baik’. Apalagi jika yang ditawarkan adalah bagaimana mencapai kebahagiaan, kesehatan dan kekayaan materi…, itu menarik bagi banyak orang.
Hipnosis, NLP, Quantum Ikhlas, atau 6 SA-nya Ki Ageng Surya Mentaram, dapat dipakai untuk mengembangkan diri, bahkan kotbah-kotbah di tempat ibadah yang didasarkan pada Kitab Suci, mestinya juga akan membuat kita semua ‘berkembang’ dan menjadi ‘bahagia’.
Jika rahasia “The Secret” sudah tersebar luas, orang-orang sudah banyak yang tahu ‘rumusnya’ hidup bahagia, bukankan ‘rahasia itu’ sudah bukan rahasia lagi?
Yang menjadi rahasia adalah, mengapa tetap ada orang-orang yang tidak bahagia, sekalipun sudah banyak membaca, mendengar dan paham tentang rumus mencapai kebahagiaan.
Lebih lanjut tentang The Secret:
http://rahasiahidup.com/
http://www.youtube.com/watch?v=_b1GKGWJbE8
http://www.thesecret.tv/
dll. silakan googling….
Popularity: 77% [?]

Itulah kekuatan dari statistic dan tahu cara menempatkannya dengan benar. Tapi tentu aja ada syarat-syarat yang harus dipenuhi agar semuanya itu terlaksana dengan baik. (jangan kuatir syaratnya cukup mudah.., disiplin, dedikasi, tahu ilmu statistic dan tentu saja sedikit duit untuk modal ilmunya.)


kan namanya juga rahasia.
kalau sudah jelas ya bukan rahasia lagi demikian dan seterusnya sampai hal yang paling rahasiapun kalau sudah bisa dijelaskan ya namanya sudah bukan rahasia lagi. Dengan kata lain,
* rahasia adalah sesuatu yang ingin diketahui tetapi belum tahu*.
sebab kalau sudah jadi tahu ya nggak bakalan bisa berubah lagi jadi tempe he he he !
dedy | 15/03/08 | Balas
Menjadi bahagia itu sebenarnya (masih saja relatif)mudah. Orang Jawa kalo “ngugemi” petuah leluhurnya Insya Allah bahagia. Kuncinya yaitu : Sumeleh, bahasa arabnya : Ikhlas. Sumeleh bukan berarti pasrah lho, sumeleh juga tidak mengajarkan nihilisme. jangan sampai salah kaprah.
Islam sendiri mengajarkan (ini kalo persepsi saya tidak salah, semoga tidak salah), tingkatan pemeluk islam yang tertinggi adalah Mukhlisin (orang yang ikhlas) bukan Mukmin (Orang yang beriman), bukan Muttaqin (orang yang bertakwa) apalagi hanya sekedar Muslim (Orang yang sudah memeluk Islam).
Lebih lanjut, khususnya bagi Orang jawa, mohon dapat ngugemi petikan dari Wedhatama berikut :
“Yen Satrya Tanah jawi,
Kina-kina kang ginilut Tri Prakara.
Lila lamun kelangan
nora gegetun,
Trima yen kataman sakserik sameng dumadi,
Tri legawa nelangsa srah ing Bathara.”
(Terjemahannya mudah kan? jadi gak saya terjemahin).
matur nuwun.
Bambang Pramusinto, ST | 27/06/08 | Balas
Kuncinya yaitu : Sumeleh
nggih Pak…, menawi wonten Kawruh Jiwa, kuncinipun, “aku gelem saiki, kene, mengkene” (mangga sowan wonten gubuk http://ilmubahagia.salatiga.biz
nuwun.
wiwit | 2/07/08 | Balas
Btw, sudah baca inspirasi dibalik The Secret; the science of getting rich?
Inspirasi-Motivasi | 12/08/08 | Balas