Mengapa Keras-keras?

Tadi malam saya ke PosNET UKSW, untuk ngerjain salatiga.biz bersama STR. Beberapa kali saya ke PosNET, baru tadi malam menyadari betapa keras musik yang diputar di PosNET UKSW. Dan celakanya sayangnya, itu bukan musik yang saya sukai.

Saya mengerti, bahwa musik itu diputar untuk menghibur, dan bukannya dimaksudkan untuk mengganggu. Tetapi bukankah maksud baik saja belum cukup untuk menghasilkan tindakan kebaikan? Maksud baik perlu disampaikan pada saat yang tepat, pada tempat yang tepat, pada situasi yang tepat (orang Jawa sering menyebutnya “empan papan”).

Apakah sebagian besar pengunjung posnet memang suka musik keras? Atau jangan-jangan itu hanya kesukaan yang sedang bertugas menjaga PosNET? Ah … Saya tidak peduli dengan itu semua, saya ke PosNET untuk akses internet, tidak untuk mendengarkan musik.

Saya jadi ingat setiap kali pergi menghadiri pesta pernikahan, musik dan lagu-lagu dilantunkan dengan begitu keras, sehingga membuat para tamu yang sedang berbincang-bincang dengan para koleganya yang bertemu dalam acara itu perlu berbicara keras-keras, untuk bersaing dengan kerasnya musik. Padahal, pesta pernikahan itu khan bukan sebuah pertunjukan atau konser musik. Bagi saya, menghadiri pesta pernikahan adalah untuk membuktikan bahwa saya peduli pada orang yang mengundang, dan itu mungkin juga makna bagi sebagian besar undangan. Tetapi mengapa tuan rumah, penyelenggara pesta, kurang peduli dengan para undangan, yang terganggu dengan kerasnya musik yang dilantunkan? Mbok ya volume musik itu secukupnya saja … Para undangan itu bukan orang yang sudah terganggu pendengarannya. Bukankah musik dilantunkan untuk menghibur para tamu undangan, yang sudah hadir di “rumah makan” yang mahal? Yang kadang-kadang menunya tidak memuaskan, yang kadang makanannya habis, dan yang hampir selalu antri berdesak-desakan untuk mengambil makanan.

Tapi … Kadang saya juga menyadari, bahwa “teriak-teriak” sudah menjadi bagian hidup sehari-hari. Anak-anak muda mengganti knalpot standar dengan knalpot modifikasi untuk menambah volume suara sepeda motor atau mobil. Klakson motor atau mobil dipasang relay, agar suaranya keras, bahkan banyak pula mobil, khususnya bis dan truk, menggunakan klakson angin yang menghasilkan “teriakan” yang memekakkan telinga. Mobil polisi dan tentara dipasangi sirine, agar bisa berteriak-teriak. Ambulans juga pakai sirine, dan yang nggak habis pikir … Mobil jenazah pun dipasang sirine (mau mengejar apa lagi? lha wong nyawanya ya sudah terlanjur pergi entah kemana …?)

Bahkan berdoa kepada Tuhan pun (yang katanya Tuhan itu Maha Mendengar), perlu dengan suara keras, gereja menggunakan sound system untuk memperkeras ucapan-ucapan doa dan nada-nada pujian. Demikian juga masjid, menggunakan loudspeaker, untuk memperkeras suara untaian-untaian doa.

Ya … Seandainya Tuhan memang senang (atau tidak peduli) dengan suara keras, saya sebagai umat-Nya, ya (terpaksa) harus mau menerima “teriakan-teriakan” yang masuk ke telinga saya. Toh telinga saya juga ciptaan Tuhan, yang “teriak-teriak” juga umat Tuhan, jadi saya tidak boleh protes. Mau tidak mau ya harus mau. Tapi boleh khan kalau saya bilang, “ngono ya ngono, ning aja ngono.”

Musik ya musik, tapi jangan keras-keras … Saya tidak belum tuli!

Komentar (8)

  1. Ya….itulah fasilitas kampus kita yang katanya diadakan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar……entah budaya apa yang telah merasuk sebagian besar mahasiswa UKSW. Hedonis???? Mungkin saja, karena pimpinan sekarang pun terjebak dengan budaya POP….AFI, MURI, dan POP MIE (makanan kesukaan aku…hehehe).

    Entahlah..!!!

    Johan | 7/10/07 | Balas

  2. Namanya juga posnet… selatu ada aja masalahnya.
    ni juga yang selalu dibanggakan oleh kampis kita. dengan layanan internet 150 komputer ( yang jebol 100 ; wakakakakakak )
    tapi bagaimana lagi. katanya keadilan tapi masih di bawah. lebih bwah dari kemiskinan yang ada di Indonesia…

    Theodurus Gary Natanael | 27/10/07 | Balas

  3. yup…betul banget kalau pemutaran musik di ponset tu sangat mengganggu konsentrasi saat mencari bahan diinternet. kalau misalnya ada yang mendemo tentang kebisingan itu…. ngak usah ajak-ajak saya… so pasti saya akan ikut.

    ekonesi | 4/11/07 | Balas

  4. Persepsi orang memang berbeda-beda mengenai suatu hal, kalo komentar teman-teman di atas kebanyakan melihat dari sudut pandang yang lain begitu juga orang lain, mungkin saja ada yang merasa terhibur dengan musik di posnet hehe kalo saya sih cuma kualitas audio nya saja yang kurang baik. tapi kalo kualitas audio d posnet di buat baik dengan suara yang jernih (SOUND SYSTEM) kan ok bro.

    Malkhi Rumajar | 5/11/07 | Balas

  5. wah..wah…kalo soal posnet,mungkin kalau ada orang-orang yang sekarang tidak pernah mengunakan fasilitas tersebut,ya..salah satu dari orang-orang itu adalah saya!Itu dikarenakan kekecewaan saya terhadap POSNET, walaupun gratisan (yang jadi mahasiswa UKSW, pasti dapat gratis kalau pake KTM). Mo gratisan tapi loading lama,sering down, dah gitu kita punya batas waktu untuk duduk browsing, gak boleh download,dll..ya sama aja.tambah lagi pegawai-pegawai posnet na gak ramah..ya sama aja.mending keluar duit buat bayar internetan dengan fasilitas yang lebih ok!!!Untuk masalah puter-puter musik..wah gak ngikutin, tapi kalau temen-temen pada kecewa atas itu, ya sah-sah aja, jalan terbaik ya komplain,hehehehehehe

    zZa | 6/11/07 | Balas

  6. Memang kalo berbicara soal Agama, sedikit ’sensitif’. Memang tanpa berteriak keras2 pun, Dia pasti sudah mendengar. Apalagi pakai Soundsystem & Loudspeaker dan sampai2 ’satu kampung’ mendengarnya.
    Tapi kita harus ingat, bahwa tidak ada salahnya kita memuji Dia dengan segala yg kita miliki, toh yang kita miliki adalah milik-Nya juga. “kalau kita berhenti memuji-Nya, batu2 dan rumput ilalang yg akan berteriak memuji Nama-Nya”. Oke?! Thank’s!

    MLK | 8/11/07 | Balas

  7. zZa menulis : wah..wah…kalo soal posnet,mungkin kalau ada orang-orang yang sekarang tidak pernah mengunakan fasilitas tersebut,ya..salah satu dari orang-orang itu adalah saya!

    === > sama saya juga sekarang gak pernah pake fasilitas tersebut !

    zZa menulis : Itu dikarenakan kekecewaan saya terhadap POSNET, walaupun gratisan (yang jadi mahasiswa UKSW, pasti dapat gratis kalau pake KTM). Mo gratisan tapi loading lama,sering down, dah gitu kita punya batas waktu untuk duduk browsing, gak boleh download,dll..ya sama aja.

    === > Gratisan ? ngGak banget !!! Bayar tiap semester kalo gak salah 80 ribu rupiah !!! (Lihat slip pembayaran). Loading lama, sering down, … pantes (bandwidth 1m dibagi 150 komputer)… Gak boleh download ??? ANEH ! …

    zZa menulis : tambah lagi pegawai-pegawai posnet na gak ramah..

    === > He .. He .. He ..

    zZa menulis : ya sama aja.mending keluar duit buat bayar internetan dengan fasilitas yang lebih ok!!!Untuk masalah puter-puter musik..wah gak ngikutin, tapi kalau temen-temen pada kecewa atas itu, ya sah-sah aja, jalan terbaik ya komplain,hehehehehehe

    === > SETUJU !!!

    === > Mode Promosi is ON :
    === >

    === > maGnet - Koneksi Wireless Internet Hemat
    === > Sekarlangit 5 Karangkepoh 1 Salatiga

    === > Koneksi Wireless Internet Hemat 24 jam setiap hari
    === > Koneksi Wireless Internet Hemat tanpa batasan waktu - Unlimited Timebased
    === > Koneksi Wireless Internet Hemat tanpa batasan quota - Unlimited Quotabased
    === > Koneksi Wireless Internet Hemat dengan kestabilan yang memadai untuk keperluan personal sehari-hari (browsing, chating, email, download, game, dll)
    === > Koneksi Wireless Internet Hemat dengan biaya terjangkau untuk keperluan sehari-hari
    === > Koneksi Wireless Internet Hemat yang dapat menjangkau seluruh kota Salatiga dan sekitarnya
    === > Koneksi Wireless Internet Hemat hanya dengan Rp 179.000 per bulan
    === > Koneksi Wireless Internet Hemat dengan pendaftaran mulai Rp 100.000*
    === > Koneksi Wireless Internet Hemat dengan menghubungi kami
    telepon/sms : (0298)7174562
    email : aritrin@gmail.com
    yahoo messenger id : waivai

    MAGNET | 22/11/07 | Balas

  8. baru tahu ya he..he… yaitulah posnet yang kita banggakan toh kalaupun ada yang protes itu tidak akan mempengaruhi jumlah pengunjung karena kita kan wajib bayar uang komputer… kaciaan dech loe.

    Akris | 19/12/07 | Balas

Tinggalkan komentar anda!