Integritas
Admin pada tanggal 18/09/07 | Kewirausahaan
Sebuah kata yang sarat makna. Sesuatu yang perlu dimiliki oleh seseorang yang ingin berhasil dalam bisnis. Jujur, dapat dipercaya, bertanggungjawab, itu mungkin padanan artinya, sesuatu yang “mahal” di dunia yang penuh kebohongan ini.
Belum lama saya melihat tayangan televisi yang menggambarkan bagaimana jamu kimia diproduksi, dengan bahan parasetamol, dan lain-lain, ditambah semen putih. Tidak secara detail saya ikuti tayangan televisi itu, namun yang saya ingat kata-kata dari komentator tayangan itu, “… bangsa macam apa kita ini?”
Kita mesti tidak lupa dengan kasus formalin yang marak beberapa waktu yang lalu.
“Bangsa macam apa kita ini?”
Kita juga masih ingat kereta api yang terguling di Tegowanu, Grobogan, karena relnya hilang dicuri orang.
“Bangsa macam apa kita ini?”
Atau tiang listrik tegangan tinggi, yang roboh karena besi-besi penyangganya dicuri, dan kabel-kabel negatif listrik yang banyak dicuri.
“Bangsa macam apa kita ini?”
Oh ya! Apakah masih ingat kasus dukun santet di Kediri, Jawa Timur, orang yang dibunuh karena diduga menjadi dukun santet, dan kepalanya diarak keliling jalan-jalan?
“Bangsa macam apa kita ini?”
Integritas adalah syarat agar bisnis dapat berhasil, ada pepatah yang mengatakan:
Anda dapat menipu seseorang seumur hidup …
Anda dapat menipu banyak orang sementara waktu, tetapi …
Anda tidak dapat menipu semua orang seumur hidup.
Siapa yang sudah kita tipu?
Itulah kekuatan dari statistic dan tahu cara menempatkannya dengan benar. Tapi tentu aja ada syarat-syarat yang harus dipenuhi agar semuanya itu terlaksana dengan baik. (jangan kuatir syaratnya cukup mudah.., disiplin, dedikasi, tahu ilmu statistic dan tentu saja sedikit duit untuk modal ilmunya.)


bagaimana cara seseorang menjadi wirausaha yang handal apa manfaat kewirausahaan didalam membuka usaha
feriansyah | 10/12/07 | Balas
yang sering saya dengar,
banyak belajar dengan para wirausaha yang sudah berhasil…
Admin | 11/12/07 | Balas
Integritas erat berhubungan dengan ‘martabat’. Seorang yng memiliki integritas tinggi (sangat) tingkah lakunya selalu duhubungkan dng ‘perilaku bermartabat’. Dalam bhs Jawa tidak lelemeran. Orang terkadang sengaja berbuat tanpa mempertimbangkan integritas sepanjang seluruh/sebagian tujuannya tercapai. Politik menjaga integritas tidak saja dijaga oleh perseorangan ttp juga kelompok. Ttp jangan lupa bahwa kelompok juga akan mengkorbankan integritas bila kepentingan mereka terganggu. Ini salah satu sebab korupsi dan nepotisme/ kekeluargaan sulit dibrantas. Karena pelbagai alasan mereka yng dikorbankan terkadang akan membalas/ menghilangkan “golongan tak berintegritas” yang eksisis dng cara anarkis. Siapa yng salah bila terjadi pertarungan dua kekuatan yng berimbang? Ya orang kebanyakan. Lalu kita akan nonton saja ???
Tri Kadarsilo | 19/12/07 | Balas