Ikut-ikutan
Admin pada tanggal 14/09/07 | Umum
Dalam menjalankan bisnis, paling mudah adalah meniru apa yang sudah dilakukan orang lain, tapi maksud saya bukan meniru dalam arti membajak hak cipta orang lain.
Ya, meniru itu lebih mudah daripada memulai, contohnya ya blog Salatiga.biz ini, ya cuma meniru dari blog-blog yang sudah ada.
Lebih baik adalah jika meniru dengan memberi sentuhan modifikasi, dimana kreatifitas kita sendiri muncul dalam “bisnis tiruan” itu. Meniru itu boleh, tidak ada yang melarang, bahkan didalam kitab (yang dianggap) suci pun tidak ada larangan meniru, lha wong malah menganjurkan orang untuk meniru/mengikuti para nabi kok …
Kenyataannya, ada orang yang berhasil karena menemukan sebuah bisnis baru, ada orang yang berhasil karena meniru keberhasilan orang lain. Mari sekarang kita pilih, menemukan sesuatu, atau meniru sesuatu yang sudah ditemukan orang lain.
Tapi … Saya ingat kata-kata seorang pujangga dari Jawa: “… tiru-tiru iku ora tiru, sebab kang ditiru ora tiru-tiru (meniru itu bukan meniru, sebab yang ditiru tidak meniru).”


sebetulnya tidak ada karya yang murni di dunia ini karena waktu telah membawa akumulasi ide yang sekarang dianggap berhasil. thanks
ishug | 23/09/07 | Balas
Maksude piye, Mas?
STR | 23/09/07 | Balas
ada karya asli buatan manusia dan ada karya tiruan. ya semua itu sudah menjadi budaya. ada orang yang kreatif dan kritis sehingga dia dapat menciptakan hal baru. ada juga orang pemalas yang sukanya cuma plagiat. karena itu semua adalah karakter manusia. mau apa lagi?
rido | 24/09/07 | Balas
Menurutku perihal contek-mencontek itu sah-sah saja,asalkan dari hasil contekan didapat inspirasi untuk mengembangkan lagi..Bukankah suatu saat hasil contekan yang lebih baik itu juga akan ditiru????..Ingat Bung kita berbicara tentang dunia,bukan lembaga pendidikan dimana yang namanya MENIRU sangat DILARANG!!!!!
TanTo | 25/09/07 | Balas
Menurut saya yang namanya mencontoh itu sah-sah saja, asal yang sudah dicontoh diperbaiki lagi,toh bukankah tujuan mencontoh kan agar kita bisa lebih baik lagi dari yang dicontoh bukan hanya sama plek kan??ingat kita hanya menncari ide-ide segaar dari yg dicontoh ..Ingat bung kita bicara dunia nyata,bukan institusi pendidikan (ya salah cuuy kalo nyontoh misalnya waktu ujian…)
TanTo | 25/09/07 | Balas
Lha kamu ada kan gara2 ayah ibumu nyontoh perbuatan kakek nenekmu toh???
STR | 28/09/07 | Balas
di dunia pendidikan pun kadang2 mencontoh itu malah dihargai lebih, misalnya, karya-karya ilmiah, dianggap lebih ilmiah jika banyak kutipan dari penulis2 terdahulu, bukankah itu “budaya” mencontoh?
malah kalau kutipannya sedikit, ada yang menganggap kurang ilmiah, saya juga bingung dengan hal ini…
admin | 30/09/07 | Balas