Gaya belanja di supermarket – membeli berdasarkan kebutuhan, SIAPA BILANG?

Kalau anda datang ke supermarket di awal bulan, coba perhatikan gaya para konsumen
membelanjakan uangnya….

Pertama-tama mereka mengambil troli atau keranjang (meskipun hanya berniat
untuk membeli sedikit barang).

Setelah itu mereka jalan sambil melihat-lihat apa yang mereka butuhkan, kemudian
dalam perjalannya menuju kasir seringkali mata mereka tertuju pada tulisan ”OBRAL
kaos 10 ribu, VCD Cuci Gudang 5 ribu, atau Celana Jeans 45 ribu, dll”
…. ya….barang-barang yang sepertinya tidak terlalu mereka butuhkan tetapi
karena tehnik promosinya mengena akhirnya mereka membeli juga.

Ingat… konsumen di supermarket tidak belanja berdasarkan kebutuhan, tetapi
berdasarkan apa yang membuatnya tertarik.

Yang penting adalah … harga sesuai dengan kantong mereka!

Download Ebook:
2 alasan SERIUS yang perlu anda tahu - Mengapa konsumen membeli produk anda

Gratis - Klik disini

Komentar (4)

  1. itulah potret nyata, bahwa tingkat kecerdasan dan kematangan (kemelekan) finansial-ekonomi masyarakat kita baru sampai segitu. Yang baik adalah bukan sekadar bangsa konsumtif, tetapi lebih bisa menanahan diri dan bahkan produktif seperti bangsa-bangsa yang maju gitu lho…

    Abdil | 27/11/07 | Balas

  2. jadi prihatin mas…yang pasti “korbannya” kebanyakan kaum hawa. ya kalo kebutuhan primernya sudah tercukupi sih mungkin tidak menjadi masalah tapi bagaimana kalau kebutuhan makan masih kurang??ato mungkin tidak sampai akhir bulan??ya gara2 kurang jeli menganalisis kebutuhan

    tyan | 24/08/08 | Balas

  3. bukan hanya kaum hawa, tetapi juga anak muda. nah,yang paling susah ketika menjadi kaum hawa yang anak muda (cewek2 ABG).

    intan | 22/10/08 | Balas

  4. ada istilah Windows shoping, dan itulah yg sering terjadi, seseorg membeki barg karena melihat dari kaca (windows) artinya membeli brg begiti sj karena melihat dan tdk karena kebutuhan yg telah diplann dr awal. ada solusi kecil untuk menghindari ini. caranya buat aja daftar belanja dari rmh, dan tanamkan komitmen pd kaum hawa (istri dan anak anda) untuk belanja berdasar daftar bekanja.

    Mr Some | 5/11/08 | Balas

Tinggalkan komentar anda!