Diabetes : Klorofil, Pare, atau Undur-undur?
Admin pada tanggal 24/09/07 | Network Marketing, Featured, Kesehatan
Kadar gula darah (seharusnya) menjadi perhatian bagi banyak orang. Orang yang kadar gulanya tinggi terus-terusan, artinya sedang memiliki penyakit gula (diabetes). Diabetes menjadi momok bagi sebagian orang karena akibat selanjutnya yang cukup membahayakan. Dari berbagai sumber yang pernah saya baca di internet, gejala naiknya kadar gula darah antara lain dapat dideteksi dengan tanda-tanda antara lain:
- Tidak dapat menahan kencing dalam waktu yang lama, orang dengan kadar gula darah yang tinggi, misalnya setiap 45 menit-1 jam, sudah harus pipis (walaupun minumnya normal).
- Merasa gerah (sumuk) di malam hari (walaupun tidak sedang akan turun hujan).
- Air kencingnya didatangi semut (ini tanda yang paling mudah, jika tidak sempat memeriksakan kadar gula darah dengan check up kesehatan).
- Jika sudah agak parah, jika kulit terluka, tidak segera sembuh.
Diabetes yang parah menyebabkan penyakit-penyakit berikutnya antara lain, kebutaan, impotensi, dan rusaknya jaringan kulit karena luka yang tak kunjung sembuh.
Lantas bagaimana mengatasi hal tersebut?
Saya bukan dokter, namun dari kejadian yang pernah saya alami, saya menuliskan ini dengan harapan dapat bermanfaat bagi kita semua.
Ketika merasa kadar gula darah saya tinggi (saya takut check up kesehatan — tetapi ketiga tanda di atas sudah saya alami), saat itu saya berburu informasi mengenai diabetes di internet dan beberapa sumber informasi lainnya. Yang saya dapatkan adalah informasi tentang beberapa makanan yang dapat menurunkan kadar gula darah (dan kemudian saya coba, dan hasilnya, ketiga gejala di atas tidak lagi saya alami).
Makanan yang dapat menurunkan kadar gula darah antara lain (berdasar informasi dari berbagai sumber):
- Kacang buncis (mudah diperoleh, tapi harus dalam jumlah besar, jadi tiap hari perlu makan buncis).
- Pare (mudah diperoleh, rasa pahit, tapi kalau terlalu banyak berpengaruh buruk pada prostat).
- Petai Cina (harus dalam jumlah besar).
- Buah dhuwet (sulit diperoleh, rasa kecut/manis/sepet).
- Undur-undur (binatang yang mudah dijumpai di debu/abu).
Waktu itu saya konsumsi buncis, pare, dan petai cina. Hasilnya adalah ketiga gejala di atas tidak lagi saya alami.
Nah … Kemudian saya kenal dengan klorofil, yang menurut kesaksian banyak orang, dapat menurunkan kadar gula darah dengan cepat. Ketika pertama kali beli klorofil, satu botol besar saya berikan kepada teman yang sudah 15 tahun menderita diabetes, hasilnya 2 minggu setelah konsumsi klorofil, luka di kakinya kering. Saya makin yakin dengan manfaat klorofil. Setelah rutin minum klorofil, saya juga tidak kena influenza. Ada teman yang punya penyakit anemia hemolitik, biasanya transfusi darah seminggu sekali, juga tidak lagi transfusi setelah rutin minum klorofil. Masih banyak manfaat lain dari klorofil, dan jika anda menginginkan produk klorofil dapat menghubungi saya di 0888-641-1974, atau hubungi email di info@salatiga.biz.
Jika anda di Salatiga dan sekitarnya, dapat langsung datang ke Jl. Seruni no. 5, jika diluar Salatiga, dimanapun di Indonesia, jika memenuhi syarat jumlah pembelian minimal, dapat dikirim dari Jakarta/Surabaya, bebas ongkos kirim. Tks.
Lebih lanjut tentang klorofil di sini.
Popularity: 100% [?]

Itulah kekuatan dari statistic dan tahu cara menempatkannya dengan benar. Tapi tentu aja ada syarat-syarat yang harus dipenuhi agar semuanya itu terlaksana dengan baik. (jangan kuatir syaratnya cukup mudah.., disiplin, dedikasi, tahu ilmu statistic dan tentu saja sedikit duit untuk modal ilmunya.)


Trima Kasih.. nama saya Doddy, saya seorang mahasiswa. memang sich saya bukan asli orang Salatiga, dan saya hanya pendatang yang hanya menuntut ilmu di kota salatiga ini, tapi itu semua bukan berarti saya tidak mempedulikan tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan kota Salatiga…
saya sering melintas di kota salatiga, dan saya sering menemukan tidak hanya satu, dua pengemis atau peminta-minta, tetapi banyak skali pengemis yang ada…. bahkan di kampus saya saja terdapat ua pengemis yang selalu aktif melakukan kegiatan tersebut… padahal beberapa diantaranya masih tergolong muda dan menurut saya masih bisa untuk melakukan kegiatan lain yang lebih baik dari pada mengemis…
apakah ini suatu budaya…? atau kah suatu suatu kebiasaan yang patut dibiarkan…? saya rasa ini bukan suatu budaya, tetapi ini suatu kesengajaan, saya rasa, yang melihat hal itu tidak hanya satu, atau dua pasang mata.. tetapi sekian pasang mata juga menyaksikan hal itu, tetapi kenapa sampai saat ini saya belum menemukan suatu tinadakan yang mencegah hal tu…
akankah dua atau tiga tahun bahkan sepuluh tahun lagi kots ini akan menjadi kota yang dipenuhi dengan rutinitas orang-orang peminta-minta?
saya rasa setiap orang menolak tentang hal ini… dan semua ini bisa berakhir, apabila ada individu yang mau memberikan sedikit bahkan lebih bantuan. terima kasih
Doddy | 19/11/07 | Balas
Saya sekarang berusia sekitar 37 th dan sudah empat tahun ini di ketahui menderita diabetes , dan sudah banyak obat yang saya minum terutama dari dokter yaitu gilbenclamed dan sudah satu bulan itu saya coba makan undur-undur 3 sampai 4 ekor perhari dan hasilnya saya cepat mengigil lebih kurang tiga jam dari sarapan pagi langsung minum obat satu butir dan makan undur-undur,itu menandakan kadar gula darah saya cepat sekali turun dan saya menyakini bahwa dengan makan undur-undur secara rutin dapat mengurangi ketergantungan saya pada obat dari dokter.dan bagi pembaca yang ingin mencoba undur -undur bisa hub saya pada 081808062394
Rosyidi | 19/11/07 | Balas
ada yang menulis di Surat Pembaca Suara Merdeka
tentang daun alfalfa — ini bahan baku Liquid Chlorophyll — yang dapat menyembuhkan diabetes,
silakan lihat di:
http://www.suaramerdeka.com/harian/0711/21/opia.htm
Admin | 21/11/07 | Balas
mohon informasi mengenai undur undur dan pemakaiannya beserta fotonya
tks.
gunawan | 23/02/08 | Balas
undur-undur banyak dijumpai di”tanah debu” yang kering, biasanya di samping rumah/bangunan, yang ‘lantai’nya masih tanah. rumahnya di dalam ‘lobang’ berbentuk kerucut terbalik (seperti sumur, tetapi dasarnya sempit..

biasanya buat mainan anak kecil.
fotonya menyusul mas, kapan-kapan saya foto-kan… nanti saya “macro” biar jelas….
nih.. fotonya
Admin | 23/02/08 | Balas
Yachh..mas dody ni lucu…..disuruh ngasih komentar tentang Klorofil pare dan undur2 sebagai obat diabetes malah ngasih komentar tentang pengemis di Salatiga…..weleh2….mas Admin malah jadi bingung neh…..ya gak mas Wied?
Totok M. | 22/04/08 | Balas
punya cara gak untuk krm sampe ke Jeddah. mungkin punya koneksi toko Indonesia disini??
triamiz | 11/07/08 | Balas
@triamiz
undur-undur apa klorofil?
Kalau klorofil, mestinya di sana ada, walau bukan produksi Synergy Worldwide, karena Synergy Worldwode belum masuk ke Saudi Arabia.
admin | 11/07/08 | Balas
makan undur-undur.
sepertinya alternatif ini perlu dicoba.
tapi gimana soal dosisnya?…
trus ada ga tips & trik beternak undur-undur, bisa berbagi dong gimana cara membudidayakannya?…..
thx
jeffry | 25/07/08 | Balas
ternak undur-undur? gak perlu diternak.. sudah banyak kok…, cari saja di tempat berdebu agak tebal. ya kalau di kota ,mungkin agak sulit, tapi di desa-desa banyak….
wijayanto | 25/07/08 | Balas