Bagaimana Cara Anda Membesarkan Anak?

Apakah anda termasuk kelompok yang baru menyadari bahwa ada yang salah dengan “cara” anda membesarkan ananda tercinta?

Apakah anda membesarkan ananda dengan intimidasi psikis, ejekan, dan amarah? Atau juga disertai oleh pukulan?

Tahukah anda bahwa cara tersebut dapat menimbulkan “luka emosi” yang teramat dalam dan di kemudian hari berpotensi menimbulkan hambatan psikis (mental block) dalam diri ananda tercinta?

Bila ya, hentikan “kebiasaan buruk” tersebut sekarang!

Kemungkinan anda pun telah menjadi “korban” dari cara pendidikan “salah” di masa lalu dan sekaligus menjadi “penerus” rantai kekerasan di keluarga besar anda.

Jangankan membesarkan anak dengan ejekan, bahkan ketidakmampuan anda mempersiapkan mental sang kakak sewaktu calon adiknya akan hadir saja sudah dapat menimbulkan rasa “diabaikan.”

Untuk itu, dengan ataupun tanpa bantuan terapis, “ijinkan” diri anda untuk berubah.

Namun bagaimana bila hal tersebut telah terlanjur terjadi dan saat ini ananda tercinta telah tumbuh menjadi “remaja bermasalah?”

Caranya mudah.

Mulailah jadi “pendengar” terbaik ananda dan tanyakan bagaimana perasaannya? Apakah dia memiliki “kesulitan emosi” seperti mudah cemas, takut, dan sebagainya dalam pencarian jati dirinya.

Nyatakan dukungan penuh anda dan jika perlu anda sendiri bersedia mengikuti pelatihan manajemen diri, manajemen keluarga, konsultasi, ataupun terapi yang ananda rekomendasikan!

Bisa jadi sikap “marah” yang ditunjukkan ananda disebabkan oleh “penyebab” yang sama dengan diri kita yaitu “tidak tahu” cara mengendalikan emosi kita.

Pandu Bintang - Klinik S.E.R.V.O (dari email)

Komentar (2)

  1. sangat setuju dengan semua point di atas. Masalahnya, banyak orang tua yang tidak menyadari kekeliruan mereka dalam cara mendidik yang salah ini. Pada akhirnya atas keputusaan dan ketidakmampuan mengatasi dan mengubah perilaku anak sesuai yg mereka kehendaki, orang tua cenderung melimpahkan kesalahan pada anak dan terjadilah konflik seperti pertengkaran bahkan kekerasan.Sayangnya di Indonesia tidak ada tempat2 yang menyediakan bimbingan dan pengajaran bagi orangtua dalam hal managemen diri, keluarga, dll seperti yang tersebut di atas. Tentunya banyak keluarga yang akan tertolong dan banyak anak yang bakal terselematkan jika ada wadah-wadah profesional yang menyediakan tempat konseling atau bimbingan semacam itu. Karena saya sangat yakin,kebanyakan orang tua tidak pernah belajar dan mempelajari teori bagaimana seharusnya menjadi orang tua, padahal ini adalah kebutuhan krusial.

    Betsy | 17/01/08 | Balas

  2. anak, segalanya bagi kita, apa yg kita lakukan semuanya untuk anak kita, kita bekerja cari uang semua untuk masa depan anak kita. dan kita selalu berhrp anak kita kehidupannya lbh baik dari pada kita, baik ekonomi, mental, sosial kemasyarakatan dan perannya dlm lingkungan. kita berharap anak kita lbh enak kehidupannya, dan punya mental spiritual yng lbh baik dari kita. tergntung bagaimana kita mengukir dan menorehkan tinta pd kertas putih yaitu anak kita. memeng benar anak kita lahir seperti kertas putih, mau jadi apa tergantung org tua dalam menulis dengan tinta warna apa pd krtas putih tsb.

    SAMSUDIN ASHYAR | 15/10/08 | Balas

Tinggalkan komentar anda!

  • Iklan Terbaru

  • Kategori

  • Artikel Terbaru

  • Inspirasional Terbaru

    • GARAM DAN TELAGA
      Suatu ketika, hiduplah seorang tua yang bijak. Pada suatu pagi, datanglah seorang anak muda yang ...
    • Yang berbahaya dilingkungan kita
      1. BEKAS BOTOL AQUA Mungkin sebagian dari kita mempunyai kebiasaan memakai dan memakai ulang botol ...
    • 10 Kebiasaan Buruk Yang Merusak Otak!
      Sayangi otak Anda, dan ada baiknya kalau Anda kembali menelaah kebiasaan-kebiasaan kecil yang Anda anggap ...
    • BAHAYA SMS
      dari: email Seorang wanita telah mengubah kebiasaannya dalam pencantuman nama di handphone setelah tasnya dicopet orang. ...
    • MAMPUKAH KITA MENCINTAI TANPA SYARAT ?
      from: email. Based on True Story.. Dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda lagi, usia yg ...
  • Pesan singkat:

  • Komentar Terbaru

  • Cari uang yok...